Inbound internet marketing atau inbound marketing adalah strategi pemasaran online (internet marketing) yang berkembang bersamaan dengan perkembangan internet dan web social media. Strategi pemasaran ini mengoptimalkan keunggulan serta karakteristik media online internet yang tidak dimiliki oleh media konvensional / offline (majalah, koran, televisi, radio, billboard dll). Inbound marketing fokus pada usaha untuk mempermudah dan memperbesar peluang ditemukannya web presence Anda seperti website, blog, profile social media oleh target audiens potensial (prospek, konsumen, pelanggan).

Kebalikan dari inbound marketing (pull marketing) adalah outbound marketing (push marketing). Outbound marketing merupakan strategi marketing yang menyebarluaskan konten marketing secara massal menggunakan media massa berbayar (iklan televisi, iklan majalah, billboard, email/sms blast dll) yang bersifat satu arah dan menginterupsi target.
Inbound marketing is a marketing strategy that focuses on getting found by customers. This sense is related to relationship marketing and Seth Godin‘s idea of permission marketing. David Meerman Scott recommends that marketers “earn their way in” (via publishing helpful information on a blog etc.) in contrast to outbound marketing where they used to have to “buy, beg, or bug their way in” (via paid advertisements, issuing press releases in the hope they get picked up by the trade press, or paying commissioned sales people, respectively). Wikipedia

Kenapa Inbound Marketing

Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi mengapa Anda perlu mempelajari, berinvestasi dan memanfaatkan strategi pemasaran inbound (inbound marketing) diantaranya adalah:
  1. Trend dan perkembangan teknologi semakin kearah pemanfaatan teknologi internet dan web.
  2. Di internet dan web, pengguna memegang kendali yang sangat besar, mereka bebas melakukan apa saja, termasuk memfilter, memblokir dan mengabaikan suatu konten atau pengguna internet lain.
  3. 90% Pengguna internet menggunakan mesin pencari (Google, Yahoo & Bing) untuk mencari informasi bisnis, produk dan jasa. Website yang tidak teroptimasi (SEO) akan sulit untuk ditemukan dan dikunjungi oleh pencari.
  4. Lebih dari 60% trafik kunjungan ke website / blog berasal dari mesin pencari. Mereka yang mencari adalah orang-orang yang benar-benar sedang membutuhkan sesuatu. Jika website / blog Anda tidak berada di 2 halaman pertama hasil pencari, website / blog Anda tidak akan pernah dikunjungi.
  5. Social media seperti Facebook, Twitter, LinkedIn atau Kaskus adalah tempat berkumpul para pengguna internet. Ada lebih dari 750 juta orang terdaftar di Facebook, 40 juta diantaranya berasal dari Indonesia. Hadir dan aktif di Facebook adalah cara terbaik untuk ditemukan dan berkomunikasi dengan target audiens Anda.
  6. Pengguna internet mobile melalui handphone, smartphone atau table mengakses Facebook dan Twitter setiap hari.  Setiap penyedia layanan seluler berlomba-lomba memberi akses khusus untuk Facebook dan Twitter.
  7. Konsumen semakin pintar untuk membedakan dan mengabaikan iklan / advertising. Mereka bisa memfilter dan memblokir secara otomatis email / pesan yang berjenis iklan. Jika mereka membutuhkan sesuatu, mereka cenderung mengguna mesin pencari atau meminta rekomendasi dari teman mereka secara online di social media / network yang mereka ikuti.
  8. Biaya melakukan outbound marketing atau tradisional secara offline semakin mahal, kurang efektif dan sulit untuk diukur keberhasilannya.
Technology is making traditional (outbound) marketing such as cold-calling, print advertising, T.V. advertising, junk mail, non-solicited email and trade shows less effective and more expensive. On the other hand Inbound Marketing is marketing focused on getting found by customeras. Learn how to attract highly qualified customers to your business like a magnet instead of interrupting people with various forms of outbound marketing.

Keuntungan Inbound Marketing

Inbound marketing memiliki keunggulan dan keuntungan tersendiri bagi pelakunya. Berikut ini 3 keuntungan utama menerapkan inbound marketing: efektivitas biaya, target yang lebih baik, manfaat bertahan lebih lama.

1. Efektivitas Biaya (Cost Effectiveness)

Inbound marketing membutuhkan biaya yang lebih sedikit dibandingkan outbound marketing. Outbound marketing membutuhkan biaya yang lebih mahal karena pebisnis / perusahaan harus menggunakan uang untuk membeli iklan, membeli email/sms, menyewa ruang pada pameran dll. Sedangkan konten inbound marketing dibuat pada website / blog / media online yang bebas biaya seperti membuat blog, note  pada Facebook, LinkedIn, Google+, thread Kaskus dan lainnya.

2. Penargetan yang Lebih Baik (Better Targeting)

Outbound marketing menarget audiens secara massal, tidak selektif. Daripada menyeleksi target audiens, pebisnis / perusahaan menggunakan outbound marketing untuk menjangkau semua jenis konsumen. Pada akhirnya, statistik menunjukkan bahwa hanya 1-3% target audiens yang merespon, 97% lainnya tidak. Inbound marketing hanya menarget individu / sekelompok kecil yang benar-benar memiliki minat dan kebutuhan terhadap konten inbound marketing.

3. Bertahan untuk Jangka Waktu yang Lebih Lama (To Stay for Long Term)

Outbound marketing cenderung bersifat sementara dan hanya terasa manfaatnya dalam jangka waktu yang pendek. Untuk bertahan lama diperlukan biaya yang sangat besar untuk membiayainya terus menerus. Sedangkan inbound marketing dapat bertahan lama dan menjadi investasi (dalam hal autoritas, kepercayaan dan ranking search engine / page rank). Konten inbound marketing tidak akan hilang atau dicabut selama media yang digunakan masih aktif online dan selama tidak ada yang merebut posisi konten Anda diperingkat mesin pencari. Selama media publikasi (website, blog, facebook, google+, Kaskus) konten Anda masih online, konten akan tetap dapat ditemukan – dibaca – dipelajari oleh audiens potensial Anda.

Media / Alat Inbound Marketing

Media atau alat yang digunakan dalam Inbound marketing terbagi menjadi 3 kategori:
Komponen dan Media Inbound Marketing

3 Komponen dan Media Inbound Marketing

  1. Konten (Blog, ebook, video, whitepaper dll)
  2. SEO (Search Engine Optimization, analisis keyword, link building)
  3. Social Media (Facebook, LinkedIn, Google+, Twitter, Kaskus dll)
Kesuksesan inbound marketing tergantung dari tiga komponen. Pertama konten inbound marketing dibuat dan dipublikasi menggunakan media yang sudah ditentukan (blog, ebook, video dll). Kedua, SEO atau optimasi mesin pencari meningkatkan ranking / posisi konten dan membuatnya semakin mudah ditemukan dan dikunjungi. Ketiga, social media (Facebook, Twitter, Google+, Kaskus dll) meneruskan distribusi penyebaran kontent. Proses tahapan strategi inbound marketing terdiri dari beberapa tahapan.
  1. Membangun online presence dengan membuat website / blog
  2. Menganalisa dan membuat konten yang dibutuhkan dan dicari oleh target audiens / prospek.
  3. Mengoptimasi website dan konten agar memenuhi standard mesin pencari sehingga mudah ditemukan melalui mesin pencari
  4. Hadir, aktif bersosialisasi dan mendistribusikan konten di social media / network (Facebook, Twitter, LinkedIn, Kaskus dll)
  5. Mengintegrasikan website dengan social media untuk mempermudah komunikasi
  6. Mengukur dan menganalisa perkembangan kegiatan marketing

Kapan Melakukan Inbound Marketing

Inbound marketing dapat dilakukan kapan saja dan dalam rentang waktu yang panjang. Anda juga dapat melakukan inbound marketing sebelum atau bersamaan dengan outbound marketing untuk hasil yang lebih maksimal.